Aksara Kalijaga Pimpin GMNI Lamongan! Serukan Persatuan dan Lawan Sterilitas Gerakan Mahasiswa

Berita 29 Oct 2026 07:04 • 4 min read • 6 views • By admin
Aksara Kalijaga Pimpin GMNI Lamongan! Serukan Persatuan dan Lawan Sterilitas Gerakan Mahasiswa
LAMONGAN – Aksara Kalijaga resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lamongan setelah dilantik bers...

LAMONGAN – Aksara Kalijaga resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lamongan setelah dilantik bersama jajaran pengurus baru dalam acara yang digelar di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla), Rabu (28/10/2026).

 

Pelantikan tersebut menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru di tubuh GMNI Lamongan. Tak sekadar pergantian kepengurusan, momentum ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat persatuan kader, menjaga keberlanjutan regenerasi, serta menegaskan kembali arah perjuangan organisasi yang berlandaskan Marhaenisme.

 

Dalam momentum tersebut, Ketua DPC GMNI Lamongan yang baru dilantik, Aksara Kalijaga, menekankan pentingnya membangun soliditas internal dan mengakhiri berbagai bentuk pengelompokan yang berpotensi menghambat gerak organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk menempatkan kepentingan organisasi dan perjuangan rakyat di atas kepentingan kelompok.

 

Menurut Aksara, GMNI harus kembali menjadikan nilai-nilai ideologis organisasi sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas pergerakan. Marhaenisme, kata dia, tidak cukup hanya dipahami sebagai gagasan atau identitas organisasi, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret yang menyentuh persoalan masyarakat.

 

"Seluruh kader harus kembali pada ruh perjuangan organisasi dengan mengaktualisasikan Marhaenisme dalam praktik nyata. Kita harus menghapus sterilitas gerakan mahasiswa agar senantiasa berpihak dan dekat dengan rakyat, sebagaimana pesan Bung Karno dalam Konferensi Besar GMNI di Kaliurang," tegas Aksara.

 

Seruan tersebut menyoroti pentingnya menjaga agar gerakan mahasiswa tetap memiliki keterhubungan dengan realitas sosial. Bagi GMNI, keberpihakan kepada rakyat menjadi bagian penting dari aktualisasi ideologi sekaligus pijakan dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Aksara juga menegaskan bahwa persatuan kader menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan roda organisasi. Konsolidasi internal diharapkan mampu memperkuat kerja kolektif, sehingga kepengurusan baru dapat menjalankan agenda organisasi secara lebih terarah dan berkesinambungan.

 

Kaderisasi Menjadi Fondasi Regenerasi Organisasi

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelantikan, Achmad Rizqi Mubarrok Al Amin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia mengapresiasi kerja keras panitia serta dukungan para kader dan alumni yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

 

Rizqi menilai regenerasi merupakan bagian mendasar dari keberlangsungan organisasi mahasiswa. Pergantian kepemimpinan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan proses kaderisasi yang konsisten agar nilai, pemikiran, dan semangat perjuangan organisasi dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

 

"Ruh dari sebuah organisasi adalah kaderisasi, dan esensi utama dari kaderisasi itu sendiri adalah regenerasi. Dengan dilantiknya jajaran Pengurus Cabang DPC GMNI Lamongan yang baru ini, esensi regenerasi telah berjalan dan terwujud secara nyata," ujar Rizqi.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kualitas kader dan menjaga kesinambungan perjuangan. Kaderisasi menjadi instrumen penting untuk melahirkan generasi yang memiliki pemahaman ideologis, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.

 

GMNI Lamongan Siapkan Langkah Perjuangan ke Depan

 

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC GMNI Lamongan menyatakan komitmennya untuk memperkuat basis kaderisasi, menjaga soliditas organisasi, dan konsisten mengawal isu-isu kerakyatan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membawa nilai-nilai Marhaenisme ke dalam praktik organisasi dan kehidupan bermasyarakat.

 

Ke depan, kepengurusan di bawah kepemimpinan Aksara Kalijaga dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan semangat pelantikan ke dalam program kerja yang konkret. Penguatan diskusi ideologis, pendidikan kader, konsolidasi internal, serta keterlibatan dalam persoalan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi gerakan mahasiswa.

 

Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal bagi jajaran pengurus baru untuk membangun komunikasi yang solid antarkader, mempererat hubungan dengan alumni, serta memperluas ruang pengabdian organisasi di tengah masyarakat Lamongan.

 

Bagi GMNI, regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan proses meneruskan tanggung jawab ideologis dan organisatoris. Persatuan menjadi modal untuk bergerak bersama, sementara kaderisasi menjadi fondasi agar perjuangan tetap berjalan lintas generasi.

 

Dengan semangat tersebut, DPC GMNI Lamongan diharapkan mampu menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menghadirkan gerakan mahasiswa yang kritis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

 

Aksara Kalijaga bersama jajaran pengurus baru kini mengemban tanggung jawab untuk membuktikan bahwa semangat persatuan, kaderisasi, dan perjuangan Marhaenisme dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Sebagaimana semangat yang ditegaskan dalam pelantikan tersebut, keberhasilan regenerasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari terbentuknya kepengurusan baru, tetapi juga dari konsistensi organisasi dalam merawat kader dan memperjuangkan kepentingan rakyat, pungkasnya.

Recent Articles