Rektor Unisla kepada 1.166 Wisudawan: Jangan Berhenti pada Gelar, Jadilah Manfaat bagi Masyarakat
LAMONGAN, Sorot Publik News – Universitas Islam Lamongan (Unisla) mengukuhkan sebanyak 1.166 lulusan dalam Wisuda ke-XXIII yang digelar pada Sabtu (10/10/2026). Momentum akademik ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan di bangku kuliah sekaligus awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Unisla, Dr. H. Abdul Ghofur, SE., M.Si., mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti pada kebanggaan menyandang gelar akademik. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tinggi harus dibuktikan melalui pengamalan ilmu, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Prosesi wisuda berlangsung dalam Rapat Terbuka Senat Akademik Unisla. Sebanyak 1.166 lulusan yang dikukuhkan berasal dari delapan fakultas dan 20 program studi, mencakup jenjang diploma, sarjana, hingga pascasarjana.
“Semoga ilmu yang kalian dapatkan bisa bermanfaat buat diri sendiri, kepada masyarakat, dan saya doakan segera dapat pekerjaan,” ujar Abdul Ghofur di hadapan para wisudawan.
Gelar Akademik Bukan Sekadar Kebanggaan
Rektor menegaskan, kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Para lulusan akan menghadapi persaingan dunia kerja, tuntutan profesionalitas, serta dinamika sosial yang membutuhkan kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar.
Karena itu, gelar akademik tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai simbol keberhasilan pribadi. Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus diterapkan untuk menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Gelar yang Anda peroleh hari ini bukan hanya sebagai pengakuan akademik, tetapi juga ladang amal yang tak pernah putus hingga akhirat,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak cukup diukur dari gelar yang disandang maupun posisi pekerjaan yang diraih. Lebih dari itu, kualitas lulusan juga tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, profesionalitas, dan kepeduliannya terhadap sesama.
Abdul Ghofur juga berpesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun mereka bekerja dan mengabdikan diri.
Ikhtiar, Doa, dan Keyakinan Menghadapi Masa Depan
Selain menekankan pentingnya pengamalan ilmu, Rektor Unisla turut mengingatkan para wisudawan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Ia mengajak para lulusan untuk mengiringi usaha dan kerja keras dengan doa serta keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT.
Sebagai penguat pesannya, Abdul Ghofur mengangkat kisah Nabi Musa AS ketika menghadapi kejaran pasukan Fir'aun dan kisah Nabi Ibrahim AS yang diselamatkan Allah dari kobaran api.
Kedua kisah tersebut menjadi pengingat bahwa manusia harus terus berikhtiar meskipun menghadapi keadaan yang tampak sulit dan di luar kemampuannya.
“Musa tidak pernah menyangka dapat membelah lautan, tetapi hal itu terjadi karena pertolongan Allah. Begitu pula Nabi Ibrahim, yang diselamatkan Allah dari api yang membakarnya. Karena itu, ikhtiar harus selalu disertai doa dan keyakinan kepada pertolongan Allah,” tuturnya.
Pesan spiritual tersebut menjadi relevan bagi para lulusan yang akan memasuki fase kehidupan baru. Tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial menuntut kesiapan mental, ketekunan, serta kemampuan untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan nilai moral dan keagamaan.
Alumni Diharapkan Berkontribusi bagi Daerah dan Bangsa
Wisuda ke-XXIII Unisla tidak sekadar menjadi perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga momentum untuk mengingatkan kembali tanggung jawab sosial para lulusan.
Sebanyak 1.166 alumni kini memasuki babak baru untuk membangun karier, mengembangkan kemampuan, serta mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.
Bagi perguruan tinggi, keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya tercermin dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan kompetensi mereka mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Para alumni Unisla diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun bangsa.
Sebab, wisuda bukanlah garis akhir sebuah perjuangan. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan mulai menghadapi ujian sesungguhnya: membuktikan bahwa ilmu yang dimiliki bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan juga membawa manfaat bagi kehidupan orang lain.
Sorot Publik News — Mengabarkan Fakta, Menyorot Kebenaran.